PONOROGO – Kondisi jembatan nyaris putus di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, akhirnya mendapat perhatian dari DPRD Jawa Timur. Komisi D DPRD Jatim mendorong agar penanganan segera dilakukan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan opsi penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT) apabila belum ada tindak lanjut.
Anggota Komisi D DPRD Jatim, Miseri Effendy, mengatakan pihaknya telah berupaya mengajukan penanganan jembatan tersebut ke BNPB. Seluruh persyaratan administrasi disebut sudah dikirimkan, namun hingga kini belum ada respons dari pihak BNPB terkait pengajuan tersebut.
Miseri menambahkan, dalam waktu dekat Komisi D DPRD Jatim berencana mendatangi langsung BNPB untuk menindaklanjuti pengajuan penanganan jembatan yang kondisinya kian memprihatinkan. Menurutnya, percepatan penanganan sangat dibutuhkan mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat.
Apabila penanganan tidak dapat dilakukan melalui BNPB, DPRD Jatim membuka opsi kedua, yakni menghitung kebutuhan anggaran melalui dinas teknis dengan memanfaatkan dana BTT dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski penggunaan dana BTT memiliki sejumlah persyaratan administratif, seluruh opsi dinilai perlu dicoba demi keselamatan warga.
Jembatan di Desa Wagir Lor ini diketahui kerap dilintasi anak-anak sekolah dan warga untuk aktivitas sehari-hari. Sebelumnya, kondisi jembatan tersebut viral di media sosial akibat lantai jembatan yang bolong di beberapa titik serta struktur tanah yang terus tergerus. Kondisi tersebut memaksa warga melakukan perbaikan sementara dengan alat dan bahan seadanya.
Saat ini, jembatan yang menghubungkan Desa Wates dan Desa Wagir Lor hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat terpaksa memutar dengan jarak tempuh tambahan sekitar 20 kilometer.

