DPRD Jatim Tolak Penambahan Tambang Di Ngebel Ponorogo

PONOROGO – Aktivitas pertambangan di kawasan wisata Ngebel, Kabupaten Ponorogo, kembali menjadi sorotan. DPRD Jawa Timur menegaskan penolakan terhadap penambahan izin tambang baru karena dinilai berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu keberlanjutan sektor pariwisata di kawasan tersebut.

Salah satu lokasi tambang yang berada di jalur wisata menuju Telaga Ngebel belakangan memicu keluhan warga dan ramai diperbincangkan di media sosial. Warga mengaku resah lantaran aktivitas tambang dinilai beririsan langsung dengan jalur wisata yang setiap hari dilalui masyarakat maupun wisatawan.

Menurut warga, aktivitas pertambangan dan pariwisata seharusnya tidak berjalan di ruang yang sama. Selain berpotensi merusak lingkungan, keberadaan tambang juga dikhawatirkan menimbulkan dampak lanjutan seperti kerusakan jalan hingga berkurangnya kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Telaga Ngebel.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Atika Banowati, menegaskan penolakan terhadap penambahan lokasi pertambangan baru di kawasan Ngebel. Ia menilai aktivitas tambang berisiko mengancam kelestarian lingkungan sekaligus merugikan sektor pariwisata yang selama ini menjadi andalan ekonomi masyarakat setempat.

Atika juga menegaskan, wilayah yang telah ditetapkan sebagai kawasan wisata semestinya tidak dibarengi dengan aktivitas pertambangan, mengingat potensi dampak yang ditimbulkan dapat mengganggu keberlanjutan kawasan.

Selain menolak penambahan izin tambang baru, Komisi D DPRD Jatim juga mengingatkan pemilik tambang yang sudah beroperasi agar tunduk dan patuh terhadap peraturan yang berlaku. Di antaranya, mematuhi batas area perizinan serta masa berlaku izin tambang yang telah ditetapkan.

DPRD Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pendataan dan evaluasi terhadap jumlah serta aktivitas pertambangan, khususnya di wilayah Kecamatan Ngebel dan sekitarnya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan, keselamatan lingkungan, dan keberlanjutan sektor pariwisata.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *