Dramatis! Proses Polisi Bebaskan ODGJ yang Dikurung 20 Tahun

PONOROGO – Kisah Kirno, seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, menyita perhatian publik setelah viral di media sosial. Pria berusia 60 tahun itu diketahui telah dikurung dalam kerangkeng besi selama hampir dua puluh tahun. Kondisi tersebut mengetuk nurani IPDA Purnomo, seorang anggota kepolisian, yang tergerak untuk membebaskan dan memberikan penanganan lebih lanjut kepada Kirno.

Kirno hidup dalam kerangkeng besi berukuran sekitar dua meter panjang, satu meter tinggi, dan setengah meter lebar sejak Juni 2006. Meski hidup dalam keterbatasan, keluarga masih berusaha memenuhi kebutuhan makan dan minumnya setiap hari.

Menurut keterangan keluarga, keputusan untuk mengurung Kirno diambil karena yang bersangkutan kerap mengamuk dan pernah membahayakan keselamatan anggota keluarga.

Adik kandung Kirno, Sarti, menuturkan bahwa tanda-tanda gangguan kejiwaan mulai terlihat sejak tahun 1980-an. Seiring waktu, perilaku Kirno semakin sulit dikendalikan dan menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga serta warga sekitar.

Kisah Kirno yang viral di media sosial akhirnya menarik perhatian IPDA Purnomo. Bersama sejumlah pihak, ia mendatangi rumah Kirno untuk melakukan pembebasan dan penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi berlangsung dramatis, karena petugas dan relawan harus menggunakan gerinda listrik untuk memotong kerangkeng besi setelah kunci gemboknya hilang dan tidak bisa dibuka.

IPDA Purnomo menjelaskan, pada awalnya keluarga sempat menolak pembebasan karena khawatir Kirno kembali mengamuk dan membahayakan. Namun setelah diberikan pemahaman, keluarga akhirnya mengizinkan Kirno untuk dibawa dan mendapatkan perawatan.

Setelah berhasil dibebaskan, Kirno kemudian dibawa ke Pondok Pesantren Rehabilitasi Mental Yayasan Berkah Sinar Abadi di Kabupaten Lamongan untuk mendapatkan perawatan dan pemulihan kondisi kejiwaannya.

IPDA Purnomo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memastikan Kirno mendapatkan penanganan yang layak demi keselamatan dirinya dan lingkungan sekitar.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *