Efek Program MBG Belum Terasa Bagi Pengepul Sayur Skala Kecil

MAGETAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan di Kabupaten Magetan membutuhkan pasokan sayur dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan menu harian siswa. Namun, di lapangan, manfaat program ini belum sepenuhnya dirasakan oleh para pengepul sayur skala kecil.

Seiring berjalannya program MBG, kebutuhan sayuran untuk sekolah pengelola gizi (SPPG) meningkat signifikan. Beberapa jenis sayuran seperti kacang panjang, timun, buncis, dan sawi menjadi komoditas yang paling sering dibutuhkan sebagai bahan utama menu harian.

Meski permintaan tinggi, sejumlah pengepul sayur skala kecil mengaku belum sepenuhnya terlibat dalam rantai pasokan utama. Mereka mengungkapkan bahwa peran mereka baru dibutuhkan ketika stok dari pemasok besar kosong atau tidak memenuhi target permintaan dari sekolah.

Kondisi ini membuat pengepul kecil belum merasakan dampak langsung dari program MBG. Padahal, mereka berharap dapat menjadi mitra tetap mengingat kemampuan mereka dalam menyediakan sayuran segar dari petani lokal.

Menurut Supriadi, salah satu pengepul sayur, hingga kini distribusi pasokan masih terpusat pada beberapa pemain besar sehingga ruang untuk pelaku usaha kecil masih terbatas. Para pengepul berharap adanya pemerataan kesempatan agar program MBG tidak hanya bermanfaat bagi siswa penerima, tetapi juga menggerakkan ekonomi para pelaku usaha di tingkat bawah.

Pengepul kecil menyatakan siap memasok dalam jumlah lebih besar apabila diberikan kesempatan. Mereka menilai, apabila koordinasi serta pemetaan pemasok dilakukan lebih merata, maka manfaat program MBG akan jauh lebih luas dan lebih dirasakan oleh masyarakat.

Saat ini, program MBG terus berjalan di berbagai sekolah dasar dan menengah di Kabupaten Magetan dengan menu yang mengutamakan protein hewani serta sayuran segar untuk mendukung pemenuhan gizi siswa.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *