Ponorogo – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Bumi Reog Berdzikir yang digelar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini dinilai mampu memperkuat nilai persaudaraan dan kebajikan sosial.
Emil menghadiri kegiatan Bumi Reog Berdzikir yang diselenggarakan SH Terate Cabang Ponorogo Pusat Madiun di Alun-alun Kabupaten Ponorogo. Acara yang diikuti puluhan ribu warga SH Terate ini menjadi ajang doa bersama sekaligus penguatan nilai moral dan spiritual di kalangan pesilat.
Menurut Emil, pencak silat tidak hanya berkutat pada kemampuan fisik atau bela diri, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kebaikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menilai, Bumi Reog Berdzikir merupakan contoh praktik pencak silat yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, perdamaian, dan ketertiban sosial sehingga layak menjadi teladan bagi perguruan silat lainnya.
Emil juga menyebut Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan basis perguruan silat terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, organisasi pencak silat diharapkan mampu menjaga wajah positif pencak silat, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional.
Kegiatan Bumi Reog Berdzikir berlangsung tertib dan kondusif, sekaligus menjadi ruang silaturahmi spiritual antarwarga SH Terate.
Bumi Reog Berdzikir pertama kali digelar pada 30 Desember 2017, kemudian berlanjut pada 29 Desember 2018. Agenda ketiga semula dijadwalkan pada 29 Desember 2019 namun digeser dan dilaksanakan pada 5 Januari 2020. Setelah vakum selama tiga tahun akibat pandemi COVID-19, kegiatan ini kembali digelar pada 29 Desember 2024 dan berlanjut pada 28 Desember 2025. Ke depannya, Bumi Reog Berdzikir disebut akan terus dilangsungkan sebagai agenda rutin.

