PONOROGO – Kuliner unik di Ponorogo mulai menarik perhatian masyarakat. Jika selama ini ikan lele identik dengan sajian goreng atau mangut, kini daging ikan air tawar tersebut diolah menjadi bakso yang gurih, kenyal, dan hangat. Menu ini pun menjadi pilihan favorit untuk berbuka puasa selama Ramadan.
Bakso lele ini merupakan kreasi Reni Andika, seorang pengusaha kuliner yang menghadirkan inovasi berbeda. Melalui tangan kreatifnya, daging lele disulap menjadi hidangan berkuah yang menggugah selera. Proses pembuatannya pun cukup sederhana, yakni daging lele yang telah difillet dicampur dengan rempah pilihan seperti bawang merah, bawang putih, garam, dan tepung.
Adonan kemudian digiling halus, dibentuk bulat, dan direbus hingga matang. Reni menyebut, tekstur alami daging lele yang kenyal membuat bakso ini tidak memerlukan tambahan bahan pengenyal. Hal tersebut menjadikan bakso lele lebih sehat untuk dikonsumsi. Selama bulan Ramadan, permintaan bakso lele mengalami peningkatan karena rasanya gurih serta kandungan proteinnya yang tinggi.
Selain itu, bakso lele juga dikenal memiliki kadar lemak relatif rendah. Dalam 100 gram daging lele hanya terkandung sekitar 1,1 gram lemak, lebih rendah dibandingkan daging sapi maupun ayam. Tak hanya mengolah dagingnya, Reni juga memanfaatkan kulit dan tulang lele menjadi produk lain seperti stik lele dan kerupuk lele. Inovasi kuliner ini tak hanya lezat, tetapi juga kreatif dan bernilai gizi.

