Harga Bawang Merah Tinggi Di Tingkat Petani, Namun Gagal Panen

Magetan – Di tengah harga bawang merah ditingkat petani yang sedang tinggi, tidak berlaku untuk petani di desa Sidomukti, Plaosan, Magetan justru mengalami kerugian. Tanaman bawang merah mereka yang baru berusia satu bulan layu, mengering tidak tumbuh maksimal karena diserang hama yang disebut masyarakat sebagai Hama Gurem. Berbagai upaya dilakukan dengan penyemprotan pestisida. Namun hama tersebut tetap menyerang tanaman bawang merah.

Para petani terus mencoba merawat tanamannya dengan mencabut daun bawang merah yang terkena dampak Hama Gurem agar masih bisa diselamatkan. Namun nampaknya upaya tersebut tetap sia sia, karena bawang merah lambat laun tetap akan mati karena hama tersebut.

Salah satu petani bawang merah Jumiran mengatakan tanaman bawang merah yang terserang hama gurem tidak akan selamat. Tanaman tumbuh kerdil, tidak menghasilkan umbi dan daunnya akan layu, mengering lalu mati.

Ia menambahkan berbagai pestisida telah di coba namun tetap saja tidak mempan karena hama bersembunyi di dalam tanah pada siang hari dan keluar menyerang daun bawang saat sore atau malam.

Sementara itu meski harga bawang merah Rp22 ribu per kilogram di tingkat petani, bawang yang rusak hanya laku dijual Rp10 hingga Rp12 ribu per kilogram.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *