Harga Naik, Hama Datang: Petani Bawang Madiun Gencar Lindungi Tanaman

KABUPATEN MADIUN – Memasuki musim penghujan, para petani bawang merah di Kabupaten Madiun mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan hama tanaman. Dua di antaranya adalah jamur fusarium dan ulat grayak yang dapat mengancam pertumbuhan hingga menurunkan hasil panen.

Jamur fusarium atau dikenal juga sebagai penyakit moler sering menyerang bagian akar tanaman dan menyebar ke seluruh pembuluh, menyebabkan daun menguning, layu, dan akhirnya kering. Jika tidak segera ditangani, serangan ini dapat menyebabkan gagal panen dalam jumlah besar.

Selain jamur fusarium, petani di Dusun Wonokromo, Desa Nglandung, Kecamatan Geger, juga menghadapi serangan ulat grayak yang menyerang daun bawang merah. Untuk mengatasinya, para petani melakukan penyemprotan rutin menggunakan pestisida, baik fungisida maupun insektisida, guna menjaga tanaman tetap sehat hingga masa panen.

Menurut Agus Hariyanto, salah satu petani bawang merah, harga jual bawang merah di pasar tradisional saat ini mencapai lebih dari Rp30 ribu per kilogram. Dengan harga yang cukup tinggi, petani berharap tanaman mereka dapat tumbuh optimal tanpa gangguan hama hingga masa panen.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *