MAGETAN – Kreativitas warga Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, patut diacungi jempol. Sekelompok ibu-ibu di desa tersebut berhasil mengembangkan produk batik dengan motif khas bernama Batik Gedhek, yang terinspirasi dari anyaman bambu atau gedhek—ikon tradisional yang melekat dengan kehidupan masyarakat desa.
Inisiatif ini berawal dari pelatihan membatik yang digelar oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Magetan beberapa waktu lalu. Dari kegiatan tersebut, para ibu-ibu tidak hanya belajar teknik dasar membatik, tetapi juga mendapat bantuan peralatan untuk mengembangkan produk secara mandiri. Kini, mereka mampu memadukan motif tradisional dengan sentuhan modern yang membuat Batik Gedhek tampak lebih kontemporer dan digemari berbagai kalangan.
Menurut salah satu pembatik, Siti Wahyuni, kelompok yang beranggotakan tujuh orang ini telah memasarkan hasil karya mereka ke berbagai instansi, seperti Pemkab Magetan, sejumlah dinas daerah, hingga desa-desa sekitar. Mereka juga aktif mengikuti bazar dan pameran UMKM untuk memperkenalkan Batik Gedhek kepada masyarakat luas.
Harga Batik Gedhek terbilang terjangkau, berkisar antara Rp115 ribu hingga Rp130 ribu per lembar, tergantung kerumitan motif dan warna yang digunakan. Dari pelatihan sederhana tersebut, ibu-ibu Desa Baleasri membuktikan bahwa kreativitas dan kerja keras dapat melahirkan produk lokal yang membanggakan, sekaligus menjaga warisan budaya dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

