Ponorogo – Pasca kebakaran yang melanda ruang farmasi RSUD dr. Harjono Ponorogo, tim Inafis dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur bersama Polres Ponorogo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu sore (4/1/2026). Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang sementara diduga dipicu oleh korsleting listrik.
Pantauan di lokasi menunjukkan sekitar sepuluh personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan. Mereka menyisir area terdampak kebakaran serta mengumpulkan sejumlah barang bukti yang ditemukan di ruang farmasi rumah sakit tersebut. Dari hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga kuat berawal dari korsleting arus listrik pada salah satu bagian instalasi gedung.
Peristiwa kebakaran terjadi pada Minggu sore sekitar pukul 16.45 WIB. Api cepat menjalar dan menyebabkan sekitar 30 persen area ruang farmasi mengalami kerusakan, meliputi lantai satu dan lantai dua gedung. Empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api dan mencegah agar tidak merembet ke ruangan lain.
Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran. Pemeriksaan terhadap kondisi instalasi listrik serta sistem keamanan gedung juga dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan.
“Hingga kini kami masih melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” ujar AKP Imam Mujali.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, pihak rumah sakit masih melakukan pendataan terkait kerugian material yang ditimbulkan.

