{"id":14458,"date":"2026-06-03T15:00:39","date_gmt":"2026-06-03T08:00:39","guid":{"rendered":"https:\/\/jtvmadiun.com\/?p=14458"},"modified":"2026-06-03T15:00:42","modified_gmt":"2026-06-03T08:00:42","slug":"audiensi-tambang-sayutan-dprd-minta-pengecekan-menyeluruh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jtvmadiun.com\/?p=14458","title":{"rendered":"Audiensi Tambang Sayutan, DPRD Minta Pengecekan Menyeluruh"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>MAGETAN<\/strong> \u2013 Polemik aktivitas tambang di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, masih belum menemukan titik temu. Dalam audiensi yang berlangsung hampir tiga jam di DPRD Magetan, Rabu (3\/6\/2026), warga dan pihak pengelola tambang tetap bertahan pada pendirian masing-masing. DPRD pun meminta aktivitas tambang dihentikan sementara sambil menunggu hasil pengecekan lapangan dan kajian tim terpadu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Audiensi yang digelar di ruang rapat DPRD Magetan dihadiri pimpinan DPRD, Komisi D, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan warga Desa Sayutan, serta pihak pengelola tambang. Ratusan warga yang hadir menyampaikan berbagai keberatan terhadap keberadaan tambang yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam forum tersebut, warga menyoroti potensi kerusakan jalan desa yang dibangun secara swadaya, ancaman terhadap sumber mata air, hingga keberadaan makam leluhur yang berada tidak jauh dari area tambang. Menurut warga, persoalan tambang bukan hanya menyangkut legalitas usaha, tetapi juga menyangkut keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, pihak pengelola tambang menyatakan seluruh aktivitas yang dilakukan telah sesuai dengan ketentuan dan mengantongi perizinan yang dipersyaratkan. Perusahaan juga mengklaim telah memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar, termasuk perbaikan jalan dan bantuan lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan pandangan tersebut membuat audiensi berlangsung dinamis dan penuh argumentasi. Namun hingga akhir pertemuan, belum tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Plt Ketua DPRD Magetan, <strong>Suyatno<\/strong>, menegaskan bahwa DPRD akan menindaklanjuti persoalan ini secara serius dengan melakukan pendalaman dan koordinasi bersama pihak terkait.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Magetan, <strong>Putut Pujiono<\/strong>, menyampaikan bahwa DPRD akan membentuk tim untuk melakukan verifikasi langsung ke lokasi tambang. Selain itu, DPRD juga akan berkoordinasi dengan tim terpadu dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna memastikan proses penilaian dilakukan secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keputusan penghentian sementara aktivitas tambang tersebut disambut positif oleh warga yang hadir. Meski demikian, mereka berharap hasil evaluasi nantinya benar-benar mempertimbangkan kondisi riil di lapangan serta aspirasi masyarakat Desa Sayutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini perhatian publik tertuju pada hasil kerja tim yang akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi tambang. Hasil kajian tersebut diperkirakan menjadi dasar penting dalam menentukan kelanjutan aktivitas pertambangan yang hingga kini masih menuai penolakan dari sebagian besar warga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAGETAN \u2013 Polemik aktivitas tambang di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, masih belum menemukan titik temu. Dalam audiensi yang berlangsung hampir tiga jam di DPRD Magetan, Rabu (3\/6\/2026), warga dan pihak pengelola tambang tetap bertahan pada pendirian masing-masing. DPRD pun meminta aktivitas tambang dihentikan sementara sambil menunggu hasil pengecekan lapangan dan kajian tim terpadu. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":14459,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_FSMCFIC_featured_image_caption":"","_FSMCFIC_featured_image_nocaption":"","_FSMCFIC_featured_image_hide":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[39],"class_list":["post-14458","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-magetan","tag-magetan"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14458","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14458"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14458\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14460,"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14458\/revisions\/14460"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14459"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14458"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14458"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14458"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}