{"id":14478,"date":"2026-06-04T15:32:00","date_gmt":"2026-06-04T08:32:00","guid":{"rendered":"https:\/\/jtvmadiun.com\/?p=14478"},"modified":"2026-06-04T15:32:02","modified_gmt":"2026-06-04T08:32:02","slug":"seni-dari-alam-dari-tepian-sungai-batu-kali-disulap-menjadi-karya-seni-bernilai-jual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jtvmadiun.com\/?p=14478","title":{"rendered":"Seni Dari Alam: Dari Tepian Sungai, Batu Kali Disulap Menjadi Karya Seni Bernilai Jual"},"content":{"rendered":"\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>KOTA MADIUN<\/strong> \u2013 Siapa sangka batu kali yang kerap dianggap biasa dan tak bernilai dapat berubah menjadi karya seni yang unik dan memiliki nilai ekonomi. Kreativitas itulah yang ditunjukkan Musafah, seniman berusia 67 tahun asal Kota Madiun, yang berhasil menyulap batu-batu sungai menjadi dekorasi dinding tiga dimensi yang menarik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di rumah sederhananya di Jalan Merak Barat, Kelurahan Nambangan Kidul, Kota Madiun, tumpukan batu kali tersusun rapi menunggu untuk diolah menjadi karya seni. Berbeda dengan seni batu pada umumnya, Musafah tidak memahat maupun mengukir batu tersebut. Ia memanfaatkan bentuk alami setiap batu dan menyusunnya menjadi siluet-siluet artistik yang menggambarkan berbagai tema kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karya yang dihasilkan menampilkan beragam bentuk, mulai dari siluet manusia bertema kasih sayang, aktivitas sosial, satwa, hingga pemandangan alam. Keaslian warna dan tekstur batu tetap dipertahankan sehingga menghadirkan kesan alami pada setiap karya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegemaran merangkai batu kali ini telah ditekuninya selama dua tahun terakhir. Ide tersebut muncul saat dirinya sering mengumpulkan batu-batu kecil dari sungai dan menemukan bentuk-bentuk unik yang memunculkan inspirasi untuk dijadikan media seni dekoratif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap karya membutuhkan ketelitian tinggi. Tantangan terbesar justru berada pada proses pencarian batu yang memiliki karakter tertentu, terutama batu berbentuk pipih agar mudah ditempatkan pada media bingkai. Untuk menyelesaikan satu karya, Musafah membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam, mulai dari memilah batu, menyusun komposisi, hingga menempelkannya pada bingkai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kini karya-karya Musafah telah menghiasi sejumlah rumah dan tempat usaha di Madiun serta daerah sekitarnya. Dengan harga berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per bingkai, hasil kreativitas tersebut menjadi sumber penghasilan tambahan di usia senjanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski demikian, pemasaran masih menjadi tantangan karena promosi selama ini lebih banyak mengandalkan relasi dan rekomendasi dari mulut ke mulut. Ke depan, Musafah berharap mendapat dukungan dari pemerintah daerah agar dapat mengikuti berbagai pameran seni dan memperluas jangkauan pemasaran karyanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTA MADIUN \u2013 Siapa sangka batu kali yang kerap dianggap biasa dan tak bernilai dapat berubah menjadi karya seni yang unik dan memiliki nilai ekonomi. Kreativitas itulah yang ditunjukkan Musafah, seniman berusia 67 tahun asal Kota Madiun, yang berhasil menyulap batu-batu sungai menjadi dekorasi dinding tiga dimensi yang menarik. Di rumah sederhananya di Jalan Merak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":14479,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_FSMCFIC_featured_image_caption":"","_FSMCFIC_featured_image_nocaption":"","_FSMCFIC_featured_image_hide":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[73],"class_list":["post-14478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-madiun","tag-kota-madiun"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14478","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14478"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14478\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14480,"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14478\/revisions\/14480"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jtvmadiun.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}