Jalur Cemoro Sewu Masih Dibuka, Petugas Siaga Tutup Sementara Jika Cuaca Ekstrem

MAGETAN – Meningkatnya intensitas hujan di kawasan lereng Gunung Lawu membuat petugas memperketat pengawasan di jalur pendakian Cemoro Sewu. Meski hingga hari ini jalur pendakian masih dibuka seperti biasa, pihak pengelola menegaskan bahwa penutupan sementara bisa dilakukan sewaktu-waktu apabila cuaca berubah ekstrem.

Petugas di Pos Pendakian Cemoro Sewu menyebutkan bahwa status jalur sangat bergantung pada perkembangan cuaca. Saat hujan deras, potensi longsor, jalan licin, maupun kabut tebal kerap menjadi ancaman bagi keselamatan pendaki. Karena itu, assessment kondisi jalur dilakukan langsung di sejumlah titik rawan, mulai dari Pos 1 hingga Pos 5.

Mulyadi, Asper BKPH Lawu Selatan, mengatakan penilaian kondisi medan wajib dilakukan sebelum memutuskan penutupan jalur. Termasuk memeriksa tingkat visibilitas serta stabilitas tanah yang berisiko longsor saat hujan deras. Langkah ini penting mengingat gelombang pendaki biasanya meningkat pada akhir pekan, bahkan bisa mencapai ratusan orang per hari.

Sementara itu, para pendaki diminta meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya dengan memastikan perlengkapan menghadapi cuaca dingin, membawa lampu penerangan cadangan, dan tidak memaksakan diri ketika kondisi mulai tidak aman. “Kalau sudah hujan deras atau angin terlalu kencang, lebih baik turun,” ujar salah seorang pendaki, Muhammad Rosyid.

Petugas menyampaikan bahwa apabila hujan lebat atau angin kuat terus berlanjut, jalur Cemoro Sewu akan segera ditutup sementara hingga situasi dinilai aman untuk dilalui. Pengawasan dilakukan sepanjang hari dengan petugas yang bersiaga 24 jam di pos pendakian.

Cuaca ekstrem memang menjadi salah satu faktor risiko tertinggi bagi pendakian di wilayah pegunungan. Karena itu, pendaki diimbau selalu memantau informasi resmi dan mengikuti arahan petugas agar aktivitas pendakian tetap aman.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *