Jumlah Korban Diduga Keracunan Mencapai 220 Siswa di Ngawi

NGAWI – Kasus dugaan keracunan massal akibat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ngawi terus bertambah. Dinas Kesehatan setempat mencatat sedikitnya 220 siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program tersebut.

Dari jumlah itu, 15 siswa masih menjalani observasi medis karena kondisi yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Sementara ratusan siswa lainnya diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan jalan.

Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, Heri Nurfahrudin, mengungkapkan bahwa siswa yang dirawat mengalami gejala mual, sakit perut, pusing, dan muntah. Gejala dialami secara bersamaan oleh banyak siswa, sehingga pihak sekolah dan tenaga kesehatan mengambil tindakan cepat dengan membawa mereka ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dinas Kesehatan telah mengambil sejumlah langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa, termasuk memeriksa proses distribusi dan pengolahan makanan MBG di sekolah-sekolah.

Saat ini, Dinkes Ngawi juga masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diambil dari SPPG Bintang Mantingan. Hasil pemeriksaan tersebut dijadwalkan keluar dalam 10 hari ke depan untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan massal ini.

Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat jumlah korban yang cukup besar dan melibatkan siswa sekolah dasar hingga menengah.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *