KOTA MADIUN – Konflik antara Iran dan Israel yang kembali memanas memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Meski demikian, persiapan keberangkatan calon jemaah haji di Kota Madiun dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal dan kini telah mencapai sekitar 80 persen.
Ketegangan yang ditandai dengan serangan balasan serta peningkatan aktivitas militer di kawasan tersebut turut menjadi perhatian dunia internasional. Situasi ini juga memunculkan kecemasan di kalangan masyarakat Indonesia, terutama menjelang pelaksanaan ibadah haji yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April mendatang.
Namun, Kementerian Haji dan Umroh Kota Madiun memastikan seluruh tahapan persiapan tetap berjalan. Hingga saat ini, proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH), pengurusan paspor, hingga penerbitan visa bagi calon jemaah telah dilaksanakan. Selain itu, pembagian buku manasik haji juga segera dilakukan sebagai bekal pemahaman tata cara ibadah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Madiun, Datik Ardiyah, menegaskan belum ada perubahan jadwal maupun kebijakan terkait pemberangkatan haji. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memantau perkembangan situasi global. Calon jemaah diimbau tetap tenang, fokus melengkapi administrasi, serta menjaga kondisi kesehatan agar siap menjalankan ibadah.
Pemerintah memastikan seluruh proses persiapan berjalan optimal meskipun dinamika geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung. Hingga saat ini, rencana keberangkatan calon jemaah haji dari Kota Madiun pada 27 April tetap sesuai jadwal.

