NGAWI – Konflik geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah belum berdampak pada persiapan calon jemaah haji di Kabupaten Ngawi. Saat ini para calon jemaah haji telah menuntaskan pelaksanaan bimbingan manasik dan memasuki tahap pembagian buku panduan manasik haji.
Kementerian Agama Kabupaten Ngawi sebelumnya telah menyelenggarakan kegiatan bimbingan manasik haji bagi para calon jemaah. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebanyak empat kali di tingkat kecamatan dan satu kali di tingkat kabupaten.
Kepala Kantor Kementerian Agama Ngawi, Masun Azali Amrullah, mengatakan setelah kegiatan manasik selesai, saat ini para calon jemaah mulai menerima buku bimbingan manasik yang akan menjadi pegangan untuk mempelajari tata cara ibadah haji sambil menunggu waktu keberangkatan.
Menurutnya, seluruh tahapan persiapan calon jemaah haji di Ngawi hingga saat ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Termasuk menunggu kedatangan koper haji yang nantinya akan dibagikan kepada para jemaah.
Terkait kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah, pihak Kementerian Agama Ngawi masih menunggu arahan serta kebijakan dari pemerintah pusat mengenai pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Sementara itu, para jemaah juga mulai menerima perlengkapan ibadah seperti kain batik sebagai identitas jemaah, baju ihram, serta mukena yang akan digunakan selama pelaksanaan ibadah haji.
Kementerian Agama Ngawi berharap konflik di kawasan Timur Tengah segera mereda sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.

