MAGETAN – Kerajinan kulit khas Kabupaten Magetan terus berinovasi mengikuti tren pasar global. Salah satunya melalui produk kulit ecoprint asal Kelurahan Tawang Anom, Magetan, yang kini mulai menembus pasar internasional dengan mengedepankan motif alami berbasis kekayaan alam sekitar.
Berpusat di wilayah Tawang Anom, para pengrajin kulit ecoprint secara konsisten mengembangkan produk kreatif berbahan kulit dengan sentuhan motif dari daun dan tanaman. Sejak tahun 2022, beragam produk telah dihasilkan dan dipasarkan melalui galeri, mulai dari sepatu, jaket, dompet, hingga tas.
Keunikan kerajinan kulit ecoprint ini terletak pada proses pembuatannya. Motif alami diambil langsung dari dedaunan dan tanaman, kemudian ditempelkan ke permukaan kulit melalui teknik steaming. Proses tersebut menghasilkan corak yang berbeda pada setiap produk, sehingga tidak ada dua produk yang benar-benar sama.
Untuk menambah nilai estetika, sebagian produk juga dikombinasikan dengan anyaman rotan serta kain tenun. Perpaduan tersebut memberikan karakter khas sekaligus memperkuat identitas tradisional pada setiap karya. Dalam hal pemasaran, sekitar 98 persen penjualan dilakukan secara online, menjangkau konsumen dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Produk kulit ecoprint asal Tawang Anom ini telah dipasarkan ke sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Hongkong, dan Turki. Saat ini, pengrajin juga mulai menjajaki peluang pasar Eropa sebagai langkah pengembangan bisnis ke depan.
Pemilik usaha kerajinan kulit ecoprint, Tarni, menyebut meningkatnya permintaan pasar menjadi motivasi untuk terus menjaga kualitas produk serta memperluas jaringan pemasaran. Bahkan, dalam waktu dekat direncanakan pembukaan cabang baru di wilayah Jawa Tengah guna memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Inovasi kerajinan kulit ecoprint ini menjadi salah satu contoh perkembangan industri kreatif lokal Magetan yang mampu beradaptasi dengan pasar global, tanpa meninggalkan unsur alam dan sentuhan tradisi sebagai ciri khas utama.

