PONOROGO – Gua Lowo yang berada di Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, menjadi salah satu situs cagar budaya penting yang menyimpan jejak peradaban manusia purba ribuan tahun silam. Gua yang terletak di tengah hamparan hutan jati dan perbukitan batu gamping ini menyimpan berbagai bukti kehidupan manusia prasejarah.
Untuk mencapai lokasi Gua Lowo, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar satu kilometer dari jalan raya Sampung–Magetan dengan menyusuri jalan setapak di antara rimbunnya pepohonan jati. Meski aksesnya terbatas, gua ini tetap menarik minat wisatawan dan peneliti.
Gua Lowo diperkirakan pernah menjadi tempat hunian manusia modern pada masa Zaman Batu Madya hingga Zaman Batu Muda, atau sekitar 10.000 hingga 3.000 tahun sebelum Masehi. Sejak pertama kali diteliti pada tahun 1926, para arkeolog menemukan berbagai artefak di dalam gua, mulai dari tembikar, keramik, hingga peralatan berbahan tulang.
Temuan tersebut kemudian dikenal dengan istilah Sampung Bone Culture, yang menunjukkan bahwa penghuni Gua Lowo telah mengenal teknologi sederhana. Mereka menjalani pola hidup semi nomaden dengan aktivitas berburu, meramu, serta mulai mengenal bercocok tanam.
Menariknya, di dalam gua juga ditemukan pola pemakaman yang tidak lazim. Kerangka manusia ditemukan dalam posisi terlipat, berbeda dengan sistem pemakaman modern saat ini. Hal ini semakin memperkuat nilai penting Gua Lowo sebagai situs arkeologi dan sejarah.
Hingga kini, sebagian artefak Gua Lowo tersimpan di berbagai lokasi. Pemerintah daerah terus merumuskan upaya pelestarian sekaligus pengembangan Gua Lowo sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan edukasi.
Dengan nilai sejarah yang tinggi, Gua Lowo Sampung diharapkan dapat terus dijaga kelestariannya agar menjadi sumber pengetahuan sekaligus daya tarik wisata budaya di Kabupaten Ponorogo.

