PONOROGO – Polisi masih terus mendalami kasus meninggalnya seorang pelajar SMP di Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, yang sebelumnya dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah sumur tua. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih belum dapat dipastikan.
Untuk mengungkap penyebab kematian secara pasti, Polres Ponorogo telah mendatangkan tim Laboratorium Forensik dari Kediri. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan apakah korban masuk ke dalam sumur dalam kondisi sudah meninggal dunia atau masih dalam keadaan bernyawa.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menjelaskan bahwa hingga saat ini hasil pemeriksaan laboratorium forensik masih dalam proses. Polisi menegaskan seluruh kemungkinan masih terus didalami, termasuk ada atau tidaknya keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.
Selama proses penyelidikan, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari keluarga korban, pihak sekolah, hingga warga yang pertama kali menemukan jenazah. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran peristiwa secara objektif dan menyeluruh.
Berdasarkan keterangan saksi, pada hari Sabtu sumur tersebut sempat berada dalam kondisi terbuka. Namun kemudian ditutup kembali karena tidak digunakan dan dikhawatirkan membahayakan. Beberapa hari setelahnya, warga mencium bau menyengat dari dalam sumur. Saat dilakukan pengecekan, warga menemukan jenazah korban di dalam sumur tua tersebut.
Polisi menegaskan, kesimpulan akhir terkait penyebab kematian korban akan disampaikan kepada publik setelah seluruh hasil pemeriksaan forensik dan keterangan saksi terkumpul secara lengkap.

