Pemkab Magetan Minta Dewasa Sikapi Isu Viral Persaingan Destinasi Wisata

Magetan – Pasca viralnya kasus dugaan getok harga di kawasan wisata Telaga Sarangan, berbagai isu baru bermunculan di media sosial. Salah satunya adalah isu persaingan antardestinasi wisata yang disebut saling menjatuhkan. Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Magetan meminta semua pihak untuk bersikap lebih dewasa dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan, Joko Trihono, menegaskan bahwa propaganda atau narasi yang saling menjatuhkan antarobjek wisata bukanlah hal yang baik dan justru berdampak negatif bagi iklim usaha pariwisata di wilayah sekitar.

Menurutnya, setiap destinasi memiliki keunggulan masing-masing yang seharusnya tidak dipertentangkan. Ia mencontohkan, Telaga Sarangan di Magetan, Tawangmangu di Karanganyar, maupun Telaga Ngebel di Ponorogo, dapat saling melengkapi dan bersama-sama menarik minat wisatawan untuk datang ke wilayah Jawa Timur bagian barat dan sekitarnya.

Joko menambahkan, salah satu langkah yang bisa ditempuh untuk memperkuat pariwisata regional adalah dengan membuat paket wisata terpadu yang menggabungkan beberapa destinasi sekaligus. Konsep ini dinilai mampu memberikan pemerataan dampak ekonomi bagi seluruh daerah tujuan wisata tanpa perlu menumbuhkan persaingan tidak sehat.

Terkait dugaan adanya unsur kesengajaan atau kompetisi negatif di balik viralnya isu tersebut, Joko menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin berspekulasi. Pemkab Magetan, kata dia, lebih memilih fokus pada upaya mendorong kolaborasi dan membangun kompetisi sehat di sektor pariwisata.

Pemerintah Kabupaten Magetan berharap, pasca kejadian viral getok harga, seluruh pihak dapat menahan diri dan bersinergi dalam membangun pariwisata yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan tanpa harus saling menjatuhkan antardestinasi wisata.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *