MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam kondisi aman dan mencukupi. Sejumlah langkah antisipasi terus diperkuat, termasuk melalui operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Menjelang libur akhir tahun, Pemkab Magetan mengambil langkah strategis guna memastikan harga dan stok pangan tetap terkendali. Pemerintah juga mencatat capaian positif dalam pengendalian inflasi. Per Oktober 2025, inflasi year-on-year berada di angka 14,16 persen, masih dalam rentang target nasional 3 hingga 5 persen. Magetan bahkan menjadi daerah dengan deviasi inflasi terendah, yakni 1,030, yang menunjukkan efektivitas kebijakan daerah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat beberapa komoditas memberi andil besar pada fluktuasi harga, seperti cabai rawit sebesar 2,2458 persen, cabai merah 1,275 persen, serta minyak goreng 0,3521 persen. Pemerintah daerah menaruh perhatian khusus pada komoditas-komoditas tersebut agar kenaikan harga tidak memicu inflasi lebih luas menjelang Nataru.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi antarinstansi dalam menjaga kecukupan pasokan kebutuhan pokok. Pemerintah daerah, distributor, dan pelaku pasar diminta memastikan distribusi berjalan lancar agar harga tetap stabil. Ketua DPRD Magetan, Suratno, juga mendukung langkah tersebut sebagai upaya mengamankan kondisi ekonomi daerah.
Sejumlah langkah konkret turut dilakukan pemerintah, di antaranya percepatan distribusi komoditas, pemantauan stok harian, dan operasi pasar di titik-titik strategis. Upaya ini diharapkan mampu menjaga inflasi Magetan dalam kondisi ideal sehingga masyarakat dapat menjalani Natal dan Tahun Baru dengan lebih tenang.

