PONOROGO – Tingkat pengangguran di Kabupaten Ponorogo masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Meski sempat mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, jumlah warga yang belum memiliki pekerjaan masih tercatat mencapai lebih dari 20 ribu orang. Untuk menekan angka tersebut, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo menggelar Job Fair 2025 yang berlangsung selama dua hari di Graha Watoe Dakon.
Sebanyak 34 perusahaan dari berbagai sektor membuka lowongan kerja dengan total 5.619 formasi. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, karena di hari pertama saja tercatat sekitar 3.000 pelamar telah mengajukan lamaran kerja. Dari total perusahaan yang berpartisipasi, 18 di antaranya langsung melakukan wawancara di lokasi untuk mempercepat proses rekrutmen.
Berdasarkan data Disnaker Ponorogo, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada tahun 2024 tercatat 4,6 persen atau sekitar 27 ribu orang. Tahun 2025, angka tersebut turun menjadi 4,1 persen, namun tetap menunjukkan bahwa masih banyak warga yang membutuhkan pekerjaan tetap.
Kepala Disnaker Ponorogo, Soko Kartono, mengatakan bahwa kegiatan Job Fair menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia industri. Ia menambahkan, sebagian besar pencari kerja masih didominasi lulusan SMA dan SMK, sementara beberapa lainnya bahkan lulusan SD yang biasanya mencari peluang kerja ke luar negeri melalui lembaga penyalur resmi.
“Job Fair ini menjadi wadah efektif untuk mempertemukan perusahaan dan tenaga kerja lokal. Kami berharap semakin banyak warga yang terserap dan angka pengangguran bisa terus ditekan,” ujar Soko.
Sementara itu, sejumlah pelamar mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini. Mereka menilai, proses seleksi yang dilakukan langsung oleh perusahaan memberi peluang lebih besar untuk diterima bekerja. Namun, sebagian peserta juga berharap agar kegiatan serupa dapat digelar lebih dari satu kali dalam setahun.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo menargetkan tingkat pengangguran turun hingga 3 persen pada tahun 2026. Meskipun demikian, belum seluruh lowongan yang tersedia dipastikan terisi oleh tenaga kerja lokal, mengingat adanya persaingan dan kebutuhan kualifikasi tertentu dari perusahaan.
Dengan semangat kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan program seperti Job Fair ini mampu menjadi langkah nyata dalam menggerakkan perekonomian daerah dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru.

