MAGETAN – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan mengalami penyesuaian selama bulan Ramadan. Jika sebelumnya makanan disajikan dalam bentuk menu basah menggunakan wadah ompreng, kini diubah menjadi menu kering yang lebih praktis untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
Memasuki bulan suci Ramadan, program Makan Bergizi Gratis di Magetan tetap berjalan dengan sejumlah penyesuaian. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan siswa yang menjalankan ibadah puasa, sekaligus memastikan makanan tetap layak dikonsumsi saat waktu berbuka.
Jika pada hari biasa siswa menerima makanan siap santap berupa menu basah, kini paket makanan diganti menjadi menu kering. Paket tersebut dirancang agar lebih tahan lama dan mudah disimpan hingga waktu berbuka. Menu yang dibagikan umumnya berisi roti, biskuit, susu, telur, serta buah-buahan. Selain praktis, kandungan gizi dalam paket tersebut tetap diperhatikan guna memenuhi kebutuhan nutrisi anak.
Penyesuaian juga dilakukan pada sistem pengemasan. Wadah ompreng yang sebelumnya digunakan untuk menu basah sementara ditiadakan. Sebagai gantinya, makanan dikemas dalam bentuk lebih ringkas agar mudah dibawa pulang oleh siswa.
Pihak sekolah mengaku mendukung kebijakan tersebut. Kirana, salah satu siswi SDN Plaosan 1, mengaku senang karena paket makanan dapat dibawa pulang dan dinikmati saat berbuka. Sementara itu, guru SDN Plaosan 1, Budi Setiyo, menyebut perubahan ini tetap menjaga kualitas dan keamanan makanan selama disimpan oleh siswa.
Pemerintah menegaskan program MBG tetap berjalan selama Ramadan, mengacu pada kebijakan pemerintah pusat yang memperbolehkan pelaksanaan program dengan penyesuaian teknis tanpa mengurangi tujuan utama, yakni pemenuhan gizi anak. Sekolah juga mengimbau siswa agar tidak mengonsumsi makanan sebelum waktu berbuka dan menyimpannya dengan baik.
Dengan penyesuaian tersebut, diharapkan program Makan Bergizi Gratis tetap memberikan manfaat optimal bagi siswa, sekaligus mendukung kelancaran ibadah puasa selama bulan Ramadan.

