MAGETAN – Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Magetan mengalami penurunan pasca libur MBG. Menurunnya permintaan masyarakat membuat stok daging ayam di lapak pedagang relatif melimpah sehingga harga kembali berada pada kondisi normal.
Memasuki masa libur penyaluran MBG, aktivitas konsumsi masyarakat di Kabupaten Magetan terpantau menurun. Kondisi tersebut berdampak langsung pada komoditas daging ayam yang mengalami penurunan permintaan di sejumlah pasar tradisional.
Menurunnya daya beli masyarakat membuat stok daging ayam di tingkat pedagang cukup melimpah. Meski pasokan dari distributor masih berjalan normal, tingkat penjualan belum sepenuhnya kembali seperti hari-hari biasa.
Situasi ini berdampak pada harga jual daging ayam di pasar. Jika sebelumnya harga sempat menyentuh angka Rp37 ribu per kilogram, kini harga kembali turun dan stabil di kisaran Rp34 ribu per kilogram.
Pedagang mengaku penurunan harga terpaksa dilakukan agar dagangan tetap terjual. Namun demikian, kondisi tersebut membuat margin keuntungan pedagang menjadi lebih tipis akibat stok yang melimpah di pasar.
Sementara itu, konsumen menyambut baik turunnya harga daging ayam karena dinilai lebih terjangkau dan membantu memenuhi kebutuhan protein hewani. Pengelola pasar memastikan ketersediaan daging ayam dalam kondisi aman dan layak konsumsi.
Pengawasan distribusi serta kebersihan terus dilakukan agar aktivitas jual beli berjalan lancar. Dengan stok yang masih melimpah dan harga yang cenderung stabil, diharapkan kondisi pasar tetap terkendali hingga aktivitas masyarakat kembali normal pasca libur MBG.

