PONOROGO – Kerusakan jalan poros desa di Kabupaten Ponorogo kembali dikeluhkan warga. Di Desa Kaponan, Kecamatan Mlarak, warga melakukan aksi unik dengan menanami lubang-lubang jalan menggunakan pohon pisang sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.
Jalan poros yang menghubungkan Desa Kaponan dengan Desa Mlarak tersebut tampak dipenuhi lubang besar di sejumlah titik. Pohon pisang sengaja ditanam warga sebagai penanda sekaligus peringatan bagi pengguna jalan, mengingat kondisi kerusakan yang dinilai membahayakan keselamatan.
Warga menyebut kerusakan jalan tersebut telah berlangsung sekitar lima tahun terakhir. Kondisi badan jalan yang hancur semakin parah saat musim hujan karena lubang tertutup genangan air, sehingga kerap menyulitkan pengendara yang melintas.
Kerusakan jalan ini sangat mengganggu aktivitas warga, mengingat jalur tersebut merupakan akses utama menuju pusat kota, sekolah, hingga kawasan hutan. Warga bahkan mengaku telah terjadi beberapa kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang rusak parah.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Desa Kaponan, Marwandi, menyatakan pihak desa akan segera melakukan penanganan sementara dengan menggunakan material urugan agar jalan dapat kembali dilalui dengan lebih aman. Namun untuk perbaikan secara menyeluruh, pihak desa menegaskan kewenangan tersebut berada di pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Warga berharap aksi penanaman pohon pisang ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah, sehingga perbaikan jalan poros desa segera direalisasikan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

