NGAWI – Warga Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, dibuat resah dengan ditemukannya puluhan karung berisi limbah kotoran di tepi Jalan Raya Ngawi–Solo. Tumpukan karung tersebut mengeluarkan bau menyengat, sehingga mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan. Dugaan sementara, limbah itu merupakan produk gagal dari pengolahan pupuk organik.
Puluhan karung limbah kotoran tersebut terlihat menumpuk di sisi jalan raya, dan diduga telah dibuang sejak dua pekan terakhir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Anggota DPRD Ngawi, Agung Rezkina Pramesti, mengungkapkan bahwa dirinya menerima aduan warga mengenai bau tidak sedap dan keberadaan limbah tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi serta Perhutani untuk proses penggalian dan penguburan limbah.
Agung menduga limbah tersebut merupakan hasil pengolahan pupuk organik yang gagal, karena di dalamnya ditemukan campuran kotoran hewan dan kotoran manusia.
Sementara itu, Fungsional Pengawas Ahli Muda DLH Ngawi, Anik Krisnawati, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan dengan mengubur limbah serta melakukan penyemprotan disinfektan di area sekitar. Ia menegaskan bahwa limbah jenis tersebut seharusnya diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai aturan yang berlaku.
Petugas juga menggandeng Damkar untuk melakukan penyemprotan air agar bau tidak kembali menyebar. Minimnya penerangan di sepanjang jalur Ngawi–Solo diduga dimanfaatkan sejumlah oknum untuk membuang limbah maupun sampah secara ilegal.

