Puskesmas Sumbersari, Pelopor Layanan Kesehatan Inklusif di Kabupaten Madiun

Kabupaten Madiun – Pelayanan kesehatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat kini menjadi kebutuhan penting di era modern. Tak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga bagi penyandang disabilitas, anak-anak, serta kelompok rentan lainnya yang memerlukan perhatian dan pendampingan khusus.

Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Madiun. Salah satu contoh nyata datang dari Puskesmas Sumbersari Kecamatan Saradan, yang menjadi pelopor pelayanan ramah difabel dan ramah anak. Sebagai puskesmas rawat inap, fasilitas ini terus berinovasi untuk memastikan setiap warga mendapat pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan bermartabat.

Pada Kamis, 19 Februari 2026, Puskesmas Sumbersari menerima kunjungan dari CBM Global asal Madagaskar yang bekerja sama dengan Yayasan Paramitra Indonesia. Kunjungan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman serta berdiskusi terkait penanganan kasus Diabetes Mellitus dan Diabetic Retinopathy, mulai dari deteksi awal hingga proses rujukan pasien.

Kepala Puskesmas Sumbersari, drg. Sri Rejeki Eka Dayanti, M.MKes., menyampaikan bahwa berbagai fasilitas pendukung telah disiapkan untuk memastikan kenyamanan semua pasien.
“ Kami menyediakan jalur landai, guiding block bagi penyandang difabel netra, ruang tunggu prioritas, papan nama dengan huruf Braille di setiap poli, hingga toilet khusus difabel. Semua kami lakukan agar pasien dapat mengakses layanan kesehatan dengan nyaman, aman, dan bermartabat,” ujarnya.

Direktur Yayasan Paramitra Indonesia, Asiah Sugianti, menambahkan bahwa langkah inklusif yang dilakukan Puskesmas Sumbersari patut dijadikan contoh bagi puskesmas lain di Indonesia.

Salah satu pasien difabel, Dwiyana Supriati, juga mengaku puas dengan pelayanan yang diterimanya.
“ Petugasnya ramah dan selalu membantu sejak datang sampai selesai. Kami merasa dihargai dan tidak dibedakan,” ungkapnya.

Selain sarana fisik, pelayanan ramah difabel di Puskesmas Sumbersari juga diwujudkan melalui kehadiran petugas Front Office “Sugeng Rawuh”, yang siap membantu pasien sejak pertama datang hingga selesai mendapatkan layanan medis. Inovasi ini menjadi wujud pelayanan yang humanis dan profesional, serta memperkuat semangat pelayanan tanpa diskriminasi.

Tak hanya itu, Puskesmas Sumbersari juga dikenal sebagai Puskesmas Ramah Anak. Pendekatan komunikasi yang lembut, ruang pelayanan yang nyaman, serta adanya layanan perlindungan anak dan perempuan menjadi bagian dari komitmen mendukung tumbuh kembang generasi masa depan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh tim Puskesmas Sumbersari.
“ Melalui pelayanan ramah difabel dan ramah anak, Puskesmas Sumbersari telah membuktikan bahwa setiap warga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara tanpa terkecuali,” tegasnya.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Puskesmas Sumbersari menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan inklusif bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian dan penghormatan terhadap sesama.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *