Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mulai menyosialisasikan rencana relokasi pedagang pelataran Pasar Sayur Magetan ke bangunan los baru yang berada di jalur tembus timur pasar. Sebanyak 164 pedagang direncanakan dipindahkan ke los permanen sebagai upaya penataan kawasan pasar agar lebih tertib, nyaman, dan teratur.
Sosialisasi rencana relokasi tersebut digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan dengan melibatkan sejumlah pihak terkait. Kegiatan ini dihadiri Ketua DPRD Magetan Suratno, Kepala Disperindag Magetan Sucipto, anggota Komisi B DPRD Magetan, serta perwakilan paguyuban pedagang Pasar Sayur Magetan.
Dalam rencana tersebut, sebanyak 164 pedagang yang selama ini berjualan di area terbuka pelataran pasar, termasuk pedagang etek Lawu, akan direlokasi ke los baru yang dinilai lebih representatif. Relokasi dilakukan untuk menata kawasan pasar sekaligus memberikan kenyamanan dan kepastian legalitas tempat berjualan bagi para pedagang.
Selama ini, pedagang pelataran harus berjualan di ruang terbuka yang rawan terpapar panas matahari dan hujan. Melalui relokasi ke los permanen, pemerintah daerah berharap aktivitas perdagangan dapat berjalan lebih tertib dan aman.
Disperindag Magetan menegaskan masih membuka ruang musyawarah bagi pedagang apabila terdapat masukan terkait ukuran maupun penempatan los. Khusus pedagang ikan dan komoditas basah, pemerintah menyiapkan lapak di luar bangunan utama karena keterbatasan sistem drainase di dalam los.
Ketua DPRD Magetan Suratno menilai penataan Pasar Sayur Magetan memang diperlukan, mengingat lokasi lama berada di lahan dengan status yang tidak jelas serta kerap mengganggu mobilitas. Meski demikian, ia mengingatkan agar desain penataan tidak terlalu kaku dan proses pemindahan tidak dilakukan secara mendadak tanpa kesiapan matang.
Pasar Sayur Magetan dikenal memiliki komoditas unggulan yang diminati daerah lain, termasuk oleh pedagang etek. Dengan lokasi baru, diharapkan aktivitas bongkar muat dan transaksi jual beli dapat berjalan lebih lancar karena didukung akses kendaraan yang lebih luas.
Namun demikian, sejumlah perwakilan pedagang menyampaikan keberatan terhadap rencana relokasi tersebut. Mereka menilai akses jalan menuju lokasi baru, khususnya dari sisi selatan, masih belum memadai. Selain itu, posisi los yang berada di belakang pasar dinilai kurang strategis karena tidak menghadap langsung ke jalan utama.
Pedagang juga meminta agar setiap kebijakan relokasi ditetapkan melalui dialog terbuka dan musyawarah, bukan keputusan sepihak. Terlebih, jumlah pedagang etek di Magetan disebut mencapai sekitar 1.800 orang, sehingga akses keluar masuk pasar menjadi perhatian utama dalam penataan kawasan.

