Resah, Siswa SDN 2 Singgahan Belajar di Bawah Atap Rawan Ambrol

PONOROGO – Kondisi memprihatinkan terjadi di SDN 2 Singgahan, Kabupaten Ponorogo. Siswa kelas 4 dan 5 terpaksa mengikuti kegiatan belajar di bawah plafon ruang kelas yang kondisinya lapuk dan rawan ambrol. Situasi semakin mengkhawatirkan ketika hujan turun, sehingga para siswa harus dipindahkan sementara ke mushola sekolah demi menghindari risiko.

Plafon di dua ruang kelas tersebut mengalami kerusakan cukup parah sejak tiga minggu terakhir. Bahkan dua hari lalu, bagian plafon ambruk secara bertahap yang diduga disebabkan oleh usia bangunan dan cuaca. Beruntung, kejadian tersebut berlangsung saat tidak ada siswa di dalam kelas.

Kepala SDN 2 Singgahan, Joko Setyono, mengungkapkan bahwa pihak sekolah sudah melaporkan kondisi ini kepada instansi terkait. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut maupun perbaikan yang dilakukan. Sementara itu, setiap kali hujan turun, kekhawatiran semakin bertambah sehingga siswa dipindahkan belajar di mushola sekolah. Meski lebih aman, beberapa siswa mengaku merasa kurang nyaman karena ruangnya terbatas dan bukan dirancang untuk kegiatan belajar.

Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Nurhadi Hanuri, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penataan prioritas perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Hal ini dilakukan mengingat jumlah sekolah dasar di Ponorogo mencapai ratusan sehingga proses penanganan harus disesuaikan dengan tingkat urgensi di masing-masing sekolah.

Dengan kondisi plafon yang sewaktu-waktu dapat kembali runtuh, pihak sekolah berharap perbaikan dapat segera dilakukan demi keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *