MADIUN – Serapan jagung oleh Perum Bulog Cabang Madiun sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar 1.455 ton. Serapan tersebut berasal dari wilayah kerja Bulog Cabang Madiun yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi.
Kegiatan serapan jagung ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus mendukung kesejahteraan petani. Jagung yang diserap Bulog merupakan hasil panen petani dari wilayah kerja tersebut.
Berdasarkan data Bulog Cabang Madiun, total serapan jagung tahun 2025 mencapai sekitar 1.455 ton. Hingga saat ini, pemerintah pusat belum menetapkan target serapan jagung untuk tahun 2026.
Secara wilayah, Kota Madiun tidak memiliki lahan pertanian jagung yang luas. Oleh karena itu, pasokan jagung lebih banyak berasal dari Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Madiun. Pada tahun 2025, kontribusi serapan dari wilayah Kota Madiun tercatat sekitar lima ton lebih.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Madiun, Agung Sarianto, menjelaskan bahwa Bulog terus berupaya menyerap hasil panen petani sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna menjaga ketersediaan stok jagung.
Sementara itu, pemerintah telah menetapkan harga acuan pembelian jagung sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan kesejahteraan petani. Harga jagung kering ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram. Sedangkan jagung basah dengan kadar air antara 14 hingga 18 persen dihargai Rp5.500 per kilogram.
Kebijakan harga acuan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan serapan jagung oleh Bulog sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

