Temukan 2 Kasus Positif HIV di Eks Terminal Lama, Bupati Ponorogo Perintahkan Tutup Warkop Berkedok Prostitusi

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten Ponorogo menutup seluruh warung kopi di kawasan eks Terminal Seloaji, Kecamatan Babadan, usai ditemukan dugaan praktik prostitusi terselubung. Dari hasil razia gabungan yang dilakukan beberapa waktu lalu, dua dari 13 perempuan yang diamankan diketahui positif HIV berdasarkan hasil pemeriksaan awal Dinas Kesehatan.

Razia yang digelar tim gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri, dan Dinas Kesehatan itu menyisir sejumlah warung kopi yang beroperasi di bekas terminal tersebut. Dari pemeriksaan di lapangan, petugas menemukan adanya aktivitas mencurigakan di beberapa bilik tertutup yang diduga dijadikan tempat praktik prostitusi.

Temuan ini memicu kekhawatiran masyarakat sekitar. Warga mengaku resah karena lokasi tersebut kerap ramai hingga larut malam dan dianggap mengganggu ketertiban sosial.

Menanggapi hal itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko langsung menginstruksikan penutupan total seluruh warung kopi dan bangunan liar di area tersebut. “Kami tidak akan menoleransi praktik yang merusak moral dan kesehatan masyarakat. Aset milik pemkab tidak boleh digunakan untuk kegiatan seperti ini,” tegas Sugiri.

Bupati juga menekankan bahwa pemerintah lebih mengutamakan keamanan dan ketertiban publik daripada pendapatan daerah. Ia bahkan berencana mengubah kawasan eks terminal lama tersebut menjadi ruang terbuka hijau atau taman publik agar bisa dimanfaatkan warga untuk kegiatan positif.

Dengan langkah tegas ini, Pemkab Ponorogo berharap kawasan eks Terminal Seloaji benar-benar bersih dari aktivitas ilegal dan bisa kembali menjadi lingkungan yang aman dan sehat bagi masyarakat.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *