Tradisi Merawat dan Menjaga Sumber Mata Air, Bakal Masuk Kalender Wisata Budaya Ngawi

Ngawi – Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, kembali melaksanakan tradisi Keduk Beji, yaitu kegiatan membersihkan lumpur dan kotoran di sekitar sendang atau sumber mata air setempat. Tradisi turun-temurun ini rencananya akan dimasukkan ke dalam kalender wisata budaya Kabupaten Ngawi.

Pantauan di Taman Wisata Tawun pada pelaksanaan acara, ribuan warga tampak memadati area sekitar sendang yang menjadi pusat kegiatan. Di lokasi tersebut terdapat sumber mata air alami yang debitnya tidak pernah surut, bahkan saat musim kemarau panjang.

Ratusan warga, mulai anak-anak hingga orang dewasa, turun langsung ke dalam sendang untuk bergotong royong membersihkan setiap bagian sumber air. Suasana kebersamaan dan kekompakan masyarakat tampak begitu kuat dalam tradisi yang sudah berlangsung selama puluhan tahun ini.

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menjelaskan bahwa tradisi Keduk Beji merupakan warisan budaya leluhur yang mengandung makna mendalam, mulai dari nilai guyub rukun, gotong royong, hingga wujud kecintaan terhadap alam.

“Keduk Beji bukan hanya tentang membersihkan sendang, tetapi juga tentang merawat warisan budaya, menjaga harmoni antara manusia dan alam, serta memperkuat semangat kebersamaan warga,” ujar Dwi Rianto Jatmiko.

Ia menambahkan, pemerintah daerah mendukung penuh upaya menjadikan tradisi Keduk Beji sebagai bagian dari kalender wisata budaya Kabupaten Ngawi. Selain melestarikan tradisi dan budaya, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan potensi ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

Sementara itu, salah satu warga, Puri Mershanda, mengaku bangga bisa ikut serta dan menyaksikan langsung tradisi Keduk Beji. Ia menilai kekompakan masyarakat dalam menjaga sumber air menunjukkan bahwa nilai-nilai adat dan budaya lokal masih dijaga dengan baik.

“Tradisi ini bukan hanya seremonial, tapi bukti bahwa masyarakat masih menjaga warisan leluhur dan alam dengan rasa syukur,” katanya.

Tradisi Keduk Beji digelar sebagai bentuk kepedulian warga terhadap sumber air yang menjadi penopang kehidupan di wilayah tersebut. Hingga kini, volume air di Sendang Beji tidak pernah surut, meski wilayah Ngawi kerap dilanda musim kemarau panjang.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *