NGAWI – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk bermuatan sayur dan truk tronton terjadi di ruas Tol Solo–Ngawi, Sabtu pagi. Dalam peristiwa tersebut, seorang penumpang truk meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara sopir truk mengalami luka dan sempat terjepit di dalam kabin hampir satu jam.
Kecelakaan tepatnya terjadi di kilometer 579 B, masuk wilayah Desa Jururejo, Kabupaten Ngawi. Sejumlah petugas dari Jasa Marga bersama aparat kepolisian melakukan proses evakuasi terhadap sopir truk yang terjepit di dalam kabin akibat kerasnya benturan.
Proses evakuasi sopir berlangsung lebih dari satu jam. Setelah berhasil dikeluarkan, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Widodo Ngawi untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami luka cukup parah pada bagian kaki.
Sementara itu, seorang penumpang truk atau kenek dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi luka berat. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk menjalani proses visum.
Menurut sopir truk tronton, Dede Adriana (41), warga Cisarua, Kabupaten Sumedang, truk bernomor polisi Z 9774 MH yang dikemudikannya saat itu membawa muatan gula pasir dan melaju di jalur lambat dari arah Surabaya menuju Solo.
Sesampainya di kilometer 579, dari arah yang sama atau dari belakang, truk bermuatan sayur bernomor polisi W 8211 UK yang dikemudikan Dian Eka Pramana (29), warga Watulimo, Kabupaten Trenggalek, tiba-tiba menabrak bagian belakang truk tronton tersebut.
Kerasnya benturan menyebabkan kabin truk bermuatan sayur ringsek dan rusak parah sehingga sopir dan kenek terjepit di dalam kabin. Dalam peristiwa ini, kenek truk, Sutrisno (57), warga Watulimo, Kabupaten Trenggalek, meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kecelakaan diduga terjadi karena sopir truk sayur mengantuk sehingga tidak mampu mengendalikan laju kendaraan dan menabrak truk di depannya.
Saat ini kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan di pos polisi setempat. Sementara itu, kasus kecelakaan masih ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.

