Ngawi — Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berpotensi memicu berbagai bencana alam di sejumlah wilayah Jawa Timur. Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengimbau seluruh pemerintah daerah agar proaktif melakukan langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana.
Imbauan tersebut disampaikan Emil usai mengikuti Apel Hari Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) sekaligus pelantikan Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur masa bakti 2025–2030, yang digelar di Benteng Van Den Bosch, Ngawi.
Menurut Emil, upaya mitigasi bencana perlu dilakukan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berdasarkan sejumlah kejadian bencana, seperti banjir dan tanah longsor, langkah mitigasi jangka pendek dapat dilakukan melalui pembenahan kawasan hutan untuk menjaga keseimbangan aliran air dari hulu ke hilir.
Selain itu, normalisasi saluran air juga dinilai penting sebagai langkah antisipasi banjir, khususnya di daerah yang rawan terdampak cuaca ekstrem.
“Mitigasi ini harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan semua pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat,” ujar Emil.
Seperti diketahui, cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari potensi bencana alam tersebut.

