Warga Lestarikan Adat Nyekar Dan Bersihkan Makam Jelang Ramadan

MAGETAN – Tradisi nyekar menjelang bulan suci Ramadan masih terus dilestarikan warga Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Warga melaksanakan doa dan tabur bunga di makam keluarga yang telah meninggal dunia sebagai adat turun-temurun sebelum memasuki bulan puasa.

Menjelang datangnya Ramadan, warga sejak pagi hari mulai berdatangan ke area pemakaman umum desa dengan membawa bunga tabur dan air. Setibanya di makam, warga terlebih dahulu memanjatkan doa bagi para ahli kubur, memohon ampunan serta ketenangan bagi keluarga yang telah berpulang. Setelah doa selesai, warga menaburkan bunga di atas pusara sebagai bagian dari tradisi nyekar.

Usai prosesi doa dan tabur bunga, kegiatan dilanjutkan dengan membersihkan area makam. Warga membawa peralatan seperti sabit, sapu, dan cangkul untuk membersihkan rumput liar serta merapikan lingkungan pemakaman. Nisan makam juga dibersihkan agar terlihat rapi dan terawat.

Menurut salah satu peziarah, Elisa, tradisi ini juga menjadi momen berkumpulnya keluarga, termasuk para perantau yang pulang kampung menjelang Ramadan. Suasana kebersamaan terlihat saat warga saling membantu membersihkan makam keluarga maupun makam di sekitarnya.

Tradisi nyekar menjelang Ramadan telah menjadi adat turun-temurun yang terus dijaga. Selain untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci dengan hati yang bersih. Warga berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *