MAGETAN – Magetan kembali memperkaya daftar destinasi wisatanya melalui hadirnya Wisata Alam Sgodean di Desa Ngliliran, Kecamatan Panekan. Resmi dibuka pada 2025, objek wisata ini menawarkan keasrian alam pedesaan dengan konsep pemandian dari sumber mata air alami yang jernih, menjadikannya alternatif baru bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang dan segar.
Wisata Sgodean berawal dari sebuah kolam kecil yang merupakan penampungan aliran irigasi sawah. Namun, kejernihan air yang alami membuat pemerintah desa mulai mengembangkan kawasan tersebut sejak 2018. Kolam diperluas, area sekitar ditata ulang, serta fasilitas penunjang mulai dilengkapi hingga akhirnya tempat ini resmi menjadi destinasi wisata alam pada 2025.
Kini, Sgodean hadir dengan sejumlah fasilitas pendukung seperti pemandian dari mata air alami, spot foto bernuansa alam, area istirahat, hingga kafe dan resto yang menyajikan produk lokal khas Desa Ngliliran. Salah satu unggulan yang ditawarkan adalah kopi arabica gayo hasil olahan warga setempat, yang dapat dinikmati sambil menikmati suasana pedesaan yang sejuk.
Kepala Desa Ngliliran, Karmo, menjelaskan bahwa Wisata Sgodean menawarkan suasana yang lebih tenang dan alami sehingga dapat menjadi pilihan alternatif selain kawasan Sarangan yang selama ini menjadi magnet wisata Magetan. Beberapa pengunjung pun mengaku terkesan dengan kejernihan air dan suasana alamnya yang masih terjaga.
Wisata Sgodean buka setiap hari dengan tiket masuk Rp5 ribu untuk hari biasa dan Rp7 ribu pada akhir pekan. Harga yang terbilang terjangkau ini sebanding dengan fasilitas serta pesona alam yang ditawarkan.
Pemerintah Desa Ngliliran berkomitmen untuk terus mengembangkan area wisata, termasuk membuka peluang investasi dari luar. Dengan potensi alam yang menjanjikan dan dukungan pembangunan yang berkelanjutan, Wisata Alam Sgodean diharapkan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

