Jembatan Putus, Pelajar Nekat Seberangi Sungai Gunakan Kereta Gantung

Ponorogo – Putusnya jembatan alternatif penghubung wilayah Ponorogo dan Trenggalek akibat banjir memaksa warga membangun kereta gantung sederhana sebagai sarana penyeberangan. Kondisi berisiko tinggi ini telah berlangsung sejak awal 2026 dan menghambat aktivitas masyarakat.

Jembatan yang berada di atas Sungai Jabak tersebut sebelumnya menjadi jalur utama warga Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, untuk menuju Desa Depok, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Namun, sejak diterjang banjir pada 2 Januari 2026, akses tersebut tidak lagi dapat dilalui.

Sebagai solusi darurat, warga membangun kereta gantung atau gondola sederhana menggunakan tali dan rangka besi. Sarana ini kini digunakan untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses layanan kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan.

Seorang pelajar, Risky Kurniawan, mengaku terpaksa menggunakan kereta gantung setiap hari demi berangkat sekolah karena tidak ada jalur alternatif lain. Meski menyadari risiko, ia tetap menyeberang agar tidak tertinggal pelajaran.

Sementara itu, Suyanto selaku warga sekaligus pengelola menjelaskan, sarana penyeberangan tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Warga hanya mengandalkan peralatan sederhana agar mobilitas tetap berjalan meski risiko kecelakaan cukup tinggi.

Warga menilai kondisi ini sangat membahayakan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang harus melintas setiap hari. Mereka berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera membangun kembali jembatan permanen agar aktivitas masyarakat kembali normal dan keselamatan warga terjamin.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *