PONOROGO – Menjelang Hari Raya Idulfitri, ratusan warga Kabupaten Ponorogo antusias memadati layanan penukaran uang baru melalui mobil kas keliling Bank Indonesia. Meski sempat dikeluhkan adanya kendala pendaftaran secara daring, warga tetap rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan uang pecahan baru.
Antusiasme terlihat di halaman Masjid Agung Ponorogo. Sejak pukul 07.00 WIB, warga sudah berdatangan dan mengantre panjang untuk mendapatkan nomor penukaran. Paket uang baru berbagai pecahan yang disediakan pun langsung diserbu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan uang saat Lebaran.
Salah satu warga, Parijanto dari Kecamatan Sampung, mengaku berangkat sejak pagi agar tidak kehabisan kuota. Ia juga mengaku baru pertama kali memanfaatkan layanan kas keliling tersebut. Selama ini, dirinya menukarkan uang melalui jasa penukaran di pinggir jalan yang biasanya mengenakan biaya tambahan.
Sementara itu, sejumlah warga mengaku sempat mengalami kendala saat proses pendaftaran secara online, mulai dari akses yang lambat hingga situs yang sulit dibuka. Dalam layanan ini, Bank Indonesia membatasi maksimal penukaran sebesar Rp5,3 juta per orang. Uang yang dapat ditukarkan terdiri dari enam pecahan, yakni Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5 ribu, Rp2 ribu, hingga Rp1.000.

