Viral Menu MBG Diduga Tak Layak, DPRD Magetan Minta Evaluasi Total

MAGETAN – Keluhan terkait menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan selama Ramadan 2026 menjadi sorotan di media sosial. Sejumlah wali murid menyampaikan keberatan atas kualitas makanan yang diterima siswa, mulai dari dugaan roti berjamur hingga telur yang dinilai tidak layak konsumsi.

Laporan yang beredar menyebutkan adanya temuan roti berjamur, telur dengan cangkang masih kotor, hingga telur berbau tidak sedap. Selain itu, wali siswa juga mempertanyakan standar gizi dan higienitas menu yang dianggap kurang diperhatikan. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait kelayakan makanan yang dikonsumsi siswa selama bulan Ramadan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Magetan sekaligus Dewan Pengarah Satgas MBG, Puthut Pujiono, menegaskan akan segera melakukan koordinasi dan evaluasi menyeluruh. Ia mengaku sejauh ini baru melihat laporan berdasarkan foto yang beredar, sehingga diperlukan pengecekan langsung di lapangan guna memastikan kondisi sebenarnya.

Sebagai langkah awal, pihaknya akan mengumpulkan seluruh kepala SPPG untuk melakukan evaluasi serta memperkuat pengawasan. Menurutnya, relawan yang terlibat dalam program ini harus diberdayakan untuk melakukan pengecekan sebelum makanan didistribusikan kepada siswa.

Terkait komponen harga, Puthut menegaskan seluruh bahan pangan wajib mengacu pada harga resmi kabupaten yang dirilis dinas terkait. Meski menjelang hari raya harga bahan pokok cenderung naik, namun kenaikan tersebut harus tetap realistis dan tidak mengorbankan kualitas makanan.

DPRD bersama satuan tugas memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Evaluasi serta penguatan pengawasan diharapkan mampu menjamin kualitas, keamanan, dan kelayakan menu MBG bagi para siswa di Kabupaten Magetan.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *