MAGETAN – Insiden kecelakaan kerja yang menimpa seorang pekerja proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Magetan memantik sorotan publik. Selain mempertanyakan standar keselamatan kerja, kasus ini juga membuka evaluasi menyeluruh terhadap perlindungan tenaga kerja dalam proyek strategis nasional tersebut, Kamis (26/2/2026).
Kasus kecelakaan kerja yang dialami Suratni pada proyek KDKMP di Magetan kini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Proyek yang merupakan bagian dari program strategis nasional tersebut berada dalam pengawasan lebih ketat, khususnya menyangkut aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
Komandan Kodim 0804/Magetan, Hasan Dasuki, memastikan korban telah mendapatkan penanganan medis optimal di RSUD dr. Sayidiman Magetan dan saat ini dalam tahap pemulihan. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai unsur terkait guna memastikan proses pendampingan berjalan baik.
Tidak hanya fokus pada penanganan korban, evaluasi menyeluruh juga dilakukan terhadap sistem pengawasan proyek. Sebelumnya, Suprawoto menyoroti belum terdaftarnya sejumlah pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Menanggapi hal tersebut, Dandim menegaskan komitmennya untuk mendorong pendataan ulang dan memastikan seluruh tenaga kerja memperoleh jaminan sosial ketenagakerjaan.
Langkah tersebut dinilai penting agar perlindungan pekerja tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjadi prioritas di lapangan. Penguatan standar operasional keselamatan kerja juga menjadi bagian dari pembenahan yang tengah dilakukan.
Di sisi lain, progres pembangunan KDKMP di Kabupaten Magetan tetap menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total target 235 titik pembangunan, sebanyak 95 persen telah terpetakan. Enam belas gedung dilaporkan rampung 100 persen, sementara 187 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Capaian ini menunjukkan proyek tetap berjalan sesuai rencana meski diwarnai berbagai dinamika di lapangan. Namun demikian, insiden yang terjadi menjadi pengingat bahwa percepatan pembangunan harus berjalan seiring dengan perlindungan maksimal bagi para pekerja.
Pemerintah daerah bersama Kodim dan pelaksana proyek berkomitmen memperkuat koordinasi serta pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang. Keselamatan kerja ditegaskan menjadi fondasi utama dalam setiap tahapan pembangunan.

