Cuaca Buruk Dan Serbuan Wortel Luar Daerah Tekan Petani Plaosan

MAGETAN – Petani wortel di Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan mengeluhkan turunnya produktivitas sekaligus anjloknya harga jual dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi cuaca yang tidak menentu serta masuknya pasokan wortel dari luar daerah membuat petani semakin terhimpit.

Lahan pertanian di kawasan dataran tinggi Plaosan yang sebelumnya dikenal subur kini tak lagi menjamin hasil panen melimpah. Petani mengaku curah hujan tinggi dan minimnya paparan sinar matahari menyebabkan pertumbuhan tanaman wortel tidak optimal. Tanaman yang membutuhkan intensitas panas cukup justru mudah layu saat musim hujan.

Jika pada musim kemarau petani mampu memanen lebih dari satu ton dalam satu kali panen, kini hasilnya menyusut hingga sekitar enam kuintal. Penurunan produksi ini berdampak langsung pada pendapatan petani yang semakin menurun.

Tak hanya produksi yang merosot, harga jual di tingkat petani juga ikut tertekan. Saat ini wortel hanya dihargai antara Rp2.500 hingga Rp3.000 per kilogram. Angka tersebut jauh dibandingkan musim kemarau, di mana harga bisa mencapai Rp10.000 per kilogram.

Menurut petani, rendahnya harga dipengaruhi masuknya pasokan wortel dari luar daerah seperti Malang dan Blitar. Banyak pedagang lebih memilih mendatangkan wortel dari wilayah tersebut karena dianggap memiliki pasokan dan kualitas yang lebih stabil, sehingga harga wortel lokal semakin tertekan.

Kondisi ini membuat petani berada dalam posisi sulit. Dengan biaya produksi yang tetap, mulai dari pembelian bibit, pupuk, hingga perawatan, hasil penjualan saat ini dinilai belum mampu menutup modal secara maksimal. Petani berharap cuaca segera membaik dan harga kembali stabil agar tidak mengalami kerugian lebih besar. Mereka juga berharap ada perhatian serta solusi dari pihak terkait untuk menjaga kestabilan harga di tingkat petani.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *