Curah Hujan Tinggi, Panen Bawang Merah Di Plaosan Merosot 40 Persen

MAGETAN – Musim penghujan yang masih berlangsung membawa dampak pada sektor pertanian di Kabupaten Magetan. Di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, petani bawang merah mengaku hasil panen mengalami penurunan signifikan akibat curah hujan yang tinggi. Produktivitas turun hingga 30 sampai 40 persen.

Hampir di setiap lahan pertanian bawang merah di Sidomukti, Kecamatan Plaosan, petani tetap melakukan panen meski hasilnya tidak sebanyak saat musim kemarau. Curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir membuat tanaman bawang merah mudah layu dan rentan terserang busuk umbi.

Kondisi tanah yang terlalu lembap memicu munculnya penyakit tanaman, sehingga banyak bawang tidak berkembang sempurna. Akibatnya, hasil panen kali ini turun antara 30 hingga 40 persen dibandingkan musim normal. Jika pada musim kering petani bisa memperoleh hasil maksimal, kini sebagian harus menerima kenyataan banyak umbi berukuran kecil dan sebagian membusuk.

Rohman, salah satu petani bawang merah, mengaku meski harga di tingkat petani tergolong stabil, yakni berkisar antara Rp17 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram, keuntungan tetap sangat bergantung pada kualitas hasil panen. Jika bawang yang dipanen dalam kondisi bagus dan kering sempurna, petani masih bisa menutup biaya produksi dan memperoleh keuntungan.

Namun apabila banyak hasil panen yang busuk atau rusak akibat cuaca, pendapatan petani otomatis tergerus. Para petani berharap cuaca segera membaik agar sisa tanaman yang masih ada dapat tumbuh optimal. Mereka juga berharap ada perhatian dan solusi dari pihak terkait untuk meminimalkan kerugian saat musim hujan.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *