PONOROGO – Maraknya aktivitas pembuatan petasan selama bulan Ramadan di Kabupaten Ponorogo menjadi perhatian DPRD Ponorogo. Dewan mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika mengetahui adanya aktivitas peracikan petasan, terutama yang menggunakan bahan berbahaya.
Fenomena pembuatan petasan di sejumlah wilayah Ponorogo kerap muncul setiap Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Meski telah menjadi tradisi di sebagian masyarakat, aktivitas tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan jika tidak diawasi dengan baik.
Selain membahayakan, proses pembuatan petasan juga sering melibatkan anak-anak di bawah umur yang belum memahami risiko penggunaan bahan peledak.
Ketua DPRD Ponorogo, Agus Dwi Prayitno, mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kepada aparat jika mengetahui adanya aktivitas peracikan petasan di lingkungan sekitar.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan maupun gangguan keamanan yang dapat membahayakan masyarakat.
DPRD berharap dengan adanya partisipasi masyarakat dalam melaporkan aktivitas peracikan petasan, situasi keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan di Ponorogo dapat tetap terjaga.

