Ngawi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi mencatat sebanyak 114 kejadian bencana alam terjadi akibat cuaca ekstrem sepanjang tahun 2026 hingga awal Maret. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
Dampak cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Ngawi menyebabkan meningkatnya potensi terjadinya bencana hidrometeorologi. Berdasarkan data BPBD, dari total 114 kejadian bencana tersebut terdiri dari 78 kejadian angin kencang, 31 kejadian banjir, serta 5 kejadian tanah longsor.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, menjelaskan bahwa berbagai peristiwa bencana tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menimbulkan kerugian materiil bagi masyarakat.
Total kerugian akibat bencana diperkirakan mencapai Rp57 juta. Selain itu, sejumlah infrastruktur juga mengalami kerusakan, termasuk beberapa jembatan di wilayah terdampak.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Ngawi terus menyiagakan personel gabungan bersama relawan di masing-masing kecamatan guna mempercepat penanganan apabila terjadi bencana.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.










