MAGETAN – Wacana pelebaran jalan penghubung Maospati hingga Sukomoro yang terintegrasi menuju kawasan stadion di Magetan mulai mendapat perhatian serius. Usulan ini telah diajukan dalam Musrenbang tingkat provinsi agar masuk skala prioritas pembangunan, meski realisasinya masih menunggu persetujuan Gubernur Jawa Timur.
Ketua DPRD Magetan, Suratno, menyebut rencana tersebut telah masuk dalam pembahasan Musrenbang Provinsi. Langkah ini dilakukan agar proyek pelebaran jalan dapat diprioritaskan dalam program pembangunan infrastruktur.
Secara kondisi eksisting, jalur Maospati menuju Sukomoro sebagian sudah memiliki konsep jalan kembar atau twin road. Namun, akses lanjutan menuju kawasan stadion masih menyempit dan dinilai kurang memadai untuk menampung volume kendaraan yang meningkat.
Kondisi ini menjadi kendala, terutama saat digelar kegiatan besar di kawasan stadion. Oleh karena itu, diperlukan integrasi pelebaran jalan agar arus lalu lintas lebih lancar dan aman.
Meski status lahan di kanan kiri jalan berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemerintah Kabupaten Magetan telah menyiapkan sejumlah langkah teknis.
Di antaranya dengan menyusun dokumen Detail Engineering Design (DED) serta Feasibility Study (FS) untuk mengkaji kelayakan proyek. Kajian ini mencakup kebutuhan masyarakat, dampak terhadap lalu lintas, hingga potensi manfaat ekonomi yang dihasilkan, khususnya dalam mendukung akses menuju kawasan stadion dan pengembangan wilayah sekitar.
Selain itu, pemerintah juga masih melakukan kajian lanjutan terkait validasi jumlah pemilik lahan di sepanjang rencana proyek. Hal ini penting untuk memastikan proses pembebasan lahan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Dengan perencanaan yang matang serta dukungan dari pemerintah provinsi, proyek pelebaran jalan ini diharapkan dapat segera direalisasikan guna meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan kawasan.










