Ponorogo – Sepanjang bulan Maret 2026, puluhan bencana melanda Kabupaten Ponorogo. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, cuaca ekstrem menjadi penyebab dominan dengan kejadian yang hampir terjadi setiap hari.
BPBD Ponorogo mencatat sebanyak 36 kejadian bencana terjadi selama Maret 2026. Dari jumlah tersebut, cuaca ekstrem menjadi penyumbang terbesar dengan 18 kejadian. Sementara itu, banjir tercatat sebanyak 11 kejadian dan tanah longsor sebanyak 7 kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menyebut jika dirata-rata, bencana terjadi hampir setiap hari. Bahkan saat cuaca ekstrem, dalam satu hari bisa terjadi lebih dari empat kejadian sekaligus.
Menurutnya, bencana akibat angin kencang memiliki dampak yang luas. Dalam satu kejadian, wilayah terdampak bisa mencakup beberapa kecamatan sekaligus, meski tetap dihitung sebagai satu peristiwa.
Salah satu kejadian terbaru adalah tanah longsor di jalur lingkar wisata Ngebel, tepatnya di wilayah Wagir Lor. Material longsor sempat menutup akses jalan, namun berhasil ditangani dalam waktu satu hari menggunakan alat berat. Meski akses telah kembali normal, BPBD mengingatkan adanya potensi longsor susulan.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya retakan di bagian atas tebing yang berisiko memicu longsor kembali. BPBD pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca hingga awal April, wilayah Ponorogo masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem. Dari tujuh hari ke depan, lima hari di antaranya diprediksi masuk kategori cuaca ekstrem.










