PONOROGO -Lonjakan harga aspal hingga hampir 20 persen mulai berdampak pada sektor infrastruktur di Ponorogo. Akibatnya, target perbaikan jalan di sejumlah wilayah terancam berkurang karena anggaran harus disesuaikan.

Kenaikan harga aspal di pasaran memaksa Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU-PKP) Ponorogo melakukan perhitungan ulang rencana anggaran biaya (RAB) proyek perbaikan jalan.

Berdasarkan data terbaru, harga aspal curah mengalami kenaikan signifikan dari sekitar Rp9.400 per kilogram menjadi lebih dari Rp11.000 per kilogram. Kenaikan ini berdampak langsung pada perencanaan proyek, terutama terhadap panjang jalan yang dapat diperbaiki.

Kepala DPU-PKP Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, menyebut pihaknya harus menyesuaikan target pekerjaan akibat lonjakan harga material tersebut.

Sebelumnya, perbaikan jalan ditargetkan mencapai sekitar 10 kilometer. Namun, dengan adanya kenaikan harga aspal, target tersebut berpotensi turun menjadi sekitar 9 kilometer.

Meski demikian, pemerintah memastikan kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas utama dan tidak akan dikurangi meskipun terjadi penyesuaian volume pekerjaan.

Anggaran perbaikan jalan di Ponorogo bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU), dengan total mencapai sekitar Rp103 miliar.

Rencananya, pekerjaan perbaikan jalan akan mulai dilaksanakan pada bulan Mei mendatang, setelah proses penyesuaian anggaran dan tender proyek selesai.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *