MAGETAN – Proses pencarian pelajar yang diduga hilang di kawasan Jembatan Ngujur, perbatasan Magetan-Madiun, hingga Rabu sore belum membuahkan hasil. Tim gabungan dari kepolisian dan relawan terpaksa menghentikan sementara pencarian akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, dan operasi akan dilanjutkan kembali esok hari.
Sejak pagi, petugas telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, termasuk aliran sungai di bawah Jembatan Ngujur. Namun derasnya arus dan faktor cuaca membuat pencarian dihentikan demi keselamatan personel di lapangan.
Kapolsek Nguntoronadi AKP Mahfud Sidiq mengatakan pencarian akan kembali dilakukan dengan memperluas area penyisiran dan melibatkan unsur tambahan.
“Pencarian sementara kami hentikan karena faktor cuaca dan keselamatan petugas. Besok akan kami lanjutkan dengan area pencarian yang diperluas,” ujar AKP Mahfud Sidiq.
Selain fokus di area sungai, polisi juga mengembangkan penyelidikan berdasarkan informasi dan laporan masyarakat yang masuk, guna mengungkap kronologi pasti kejadian.
Dari informasi yang dihimpun, pelajar yang diduga hilang diketahui bernama Davin Andriano, siswa kelas dua belas SMK Bendo, warga Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran. Korban disebut keluar rumah pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB dengan mengenakan celana pendek dan hem warna hitam, tanpa membawa telepon genggam.
Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi dan mengimbau masyarakat turut membantu memberikan informasi apabila mengetahui hal yang berkaitan dengan kasus tersebut.










