MAGETAN – Memasuki hari kedua pencarian pelajar yang diduga hilang di kawasan Jembatan Ngujur, Magetan, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran intensif. Ratusan personel dari TNI, Polri, BPBD Magetan, dan Basarnas Trenggalek diterjunkan, namun hingga Kamis petang korban belum ditemukan.

Pencarian terhadap Davin Andriano, siswa kelas dua belas SMK Bendo asal Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, dilakukan dengan membagi personel ke sejumlah regu. Sebagian menyisir bantaran sungai melalui jalur darat, sementara tim lainnya melakukan pencarian di perairan menggunakan empat perahu karet.

Sejak pagi, penyisiran difokuskan di sekitar titik penemuan sepeda motor korban hingga area aliran sungai di bawah Jembatan Ngujur. Namun upaya tersebut masih belum membuahkan hasil.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan operasi pencarian dan pertolongan secara prosedur dapat berlangsung hingga tujuh hari, menyesuaikan perkembangan di lapangan.
“Untuk tahap awal pencarian kami fokuskan dua hari terlebih dahulu dengan penyisiran maksimal, karena arus sungai cukup deras dan memungkinkan objek terbawa lebih jauh,” ujar Eka Radityo.

Kapolsek Nguntoronadi AKP Mahfud Sidiq menambahkan kepolisian masih terus mendalami berbagai informasi terkait dugaan hilangnya korban, termasuk laporan keluarga ke Polsek Takeran.

“Kami tidak hanya fokus pencarian di sungai, tetapi juga menelusuri berbagai informasi dari masyarakat untuk mendukung proses penyelidikan,” kata AKP Mahfud Sidiq.

Dari informasi kepolisian, keluarga telah melaporkan Davin sebagai orang hilang. Dugaan adanya persoalan pribadi yang membuat korban meninggalkan rumah masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Ke depan, tim gabungan berencana memperluas area pencarian, baik di sepanjang aliran sungai maupun melalui penelusuran informasi dari masyarakat, untuk mempercepat upaya menemukan korban.

Share

Leave a Reply