KABUPATEN MADIUN – Kreativitas siswa MTsN 12 Madiun melahirkan inovasi pangan menarik dengan mengolah sukun dan ikan lele menjadi abon bergizi bernilai jual. Produk olahan ini tidak hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga dinilai berpotensi menjadi peluang usaha bagi para siswa.
Inovasi tersebut berawal dari pemanfaatan bahan pangan lokal yang melimpah di sekitar lingkungan sekolah. Sukun yang biasa hanya digoreng atau direbus, dipadukan dengan daging lele yang kaya protein, kemudian diolah menjadi abon dengan tekstur lembut dan rasa gurih.
Dalam proses pembuatannya, bahan baku melalui tahapan pengukusan, penghalusan, pencampuran bumbu, hingga penggorengan kering seperti proses pembuatan abon pada umumnya. Hasilnya, tercipta abon sukun lele yang tidak hanya bergizi, tetapi juga memiliki aroma menggugah selera.
Para siswa menyebut inovasi ini menjadi bentuk kreativitas sekaligus pembelajaran memanfaatkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Selain melatih keterampilan, kegiatan tersebut juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Didampingi tim Adiwiyata sekolah, produk abon sukun lele kini telah dikemas lebih menarik dan berpotensi dipasarkan lebih luas. Bahkan, olahan tersebut disebut bisa dikembangkan sebagai isian makanan tradisional seperti lemper.












Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.